Pihak kepolisian Turki menahan 17 orang yang diduga mempromosikan perjudian ilegal. Di antara orang-orang yang ditahan tersebut termasuk aktor, pemain sepak bola, influencer media sosial, dan selebriti terkenal lainnya. Mereka diduga memanfaatkan akun media sosial yang dimiliki untuk mempromosikan perjudian ilegal di Turki.
Kepala Kantor Kejaksaan Agung İstanbul merilis perintah untuk menahan semua individu terkait. Diketahui mereka merupakan orang-orang yang sudah punya nama dan terkenal di Turki, bahkan ada pemain sepak bola dan aktor. Mereka semua dituduh melakukan promosi demi perjudian ilegal dengan memanfaatkan platform media sosial.
Nama Selebriti Terkenal yang Diduga Promosi Perjudian Ilegal
Polisi pun terus melakukan upaya penahanan dari empat tersangka yang tersisa walaupun kemungkinan besarnya masalah ini cukup rumit, apalagi beberapa dari mereka sedang berada di luar negeri.
Dari nama-nama yang ditahan, beberapa di antaranya diketahui pembawa acara televisi dan aktor Mehmet Ali Erbil, influencer media sosial Muzaffer Zorbey Erkoçlar, Sefa Caner Sarıçam dan İbrahim Yılmaz, penyanyi Serdar Ortaç, dan mantan pesepakbola Batuhan Karadeniz.
Tersangka Membantah Tuduhan
Orang-orang tersebut memang telah dibebaskan dari tahanan rumah, ada beberapa yang merilis pernyataan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan. Di luar pengadilan, Ortaç mengatakan bahwa ia tidak menyadari adanya undangan ke Malta mengenai promosi perjudian ilegal.
Pihak Malta mengundang Ortaç hanya untuk membuka restoran. Pihak perusahaan telah melakukan setting dan merekam video di hp. Kemudian mereka meminta Ortaç untuk memprediksikan berapa skor dari permainan, namun ia mengaku tidak mengikuti olahraga seperti itu, Ortaç pun mengaku sangat menyesal.
Erbil yang juga menghadiri acara di Malta tersebut pun membantah untuk bertanggung jawab. Ia mengatakan jika dirinya terlibat ke dalam promosi perjudian ilegal (berdasarkan aturan di Turki) maka ia bisa menyebutkan nama perusahaan secara gamblang.
Aturan Tegas dari Turki
Turki merupakan negara yang begitu ketat dalam undang-undang perjudian. Sebagian besar perjudian dianggap ilegal di negara ini, termasuk kasino yang telah dilarang dan taruhan pun sangat terbatas hanya di beberapa tempat saja, seperti outlet lotere. Semua perjudian online dilarang di Turki, kecuali IDDAA milik negara yang memang menjalankan monopoli di Turki.
Tidak sama dengan sebagian besar negara lain, pihak berwajib Turki juga menuntut pemain judi individu di situs perjudian ilegal. Untuk kasus yang satu ini termasuk kasus besar yang menargetkan individu demi mempromosikan perjudian. Kelompok tersebut melanggar aturan undang-undang, mereka dihadapkan dengan denda dan pengurangan poin.
Di sisi lain klub sepak bola Turki juga menghadapi hukuman cukup berat karena sudah melanggar undang-undang di negara tersebut. Diketahui klub ini akan dikenakan denda, namun bukan pengurangan poin.